The HECDiS Model: Integration of Ecology, Culture, History, and Digitalization in the Structuring of Hiri Island Tourism
Main Article Content
Abstract
Pulau Hiri, di sebelah barat Kota Ternate, memiliki daya tarik wisata yang unik, memadukan kekayaan ekologi, warisan budaya, dan nilai sejarah. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi, tantangan, dan merumuskan strategi kolaborasi dan digitalisasi dalam pengelolaan pariwisata di Pulau Hiri. Pendekatan fenomenologi kualitatif digunakan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan Diskusi Kelompok Terarah (FGD), yang dianalisis menggunakan kerangka fenomenologi Husserl–Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Hiri memiliki daya tarik "triple-helix" yang terdiri dari daya tarik ekologi, budaya, dan sejarah, tetapi perkembangannya masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur, peraturan adat, dan minimnya sinergi antar aktor. Dampak pariwisata bersifat ambivalen, memperkuat UMKM dan kesadaran ekologis, tetapi juga berpotensi menyebabkan tekanan sosial dan degradasi lingkungan. Sebagai kontribusi, studi ini menawarkan model HECDiS (Hiri Eco-Culture Digital Structuration) yang mengintegrasikan narasi budaya-ekologis (signifikasi), protokol adat (legitimasi), serta digitalisasi dan penguasaan sumber daya (dominasi). Model ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperluas cakrawala sosiologi pariwisata berdasarkan strukturasi Giddens, sekaligus memberikan strategi praktis untuk mengembangkan destinasi pulau yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.